• Mei 2, 2024

Prabowo| Ekonomi Indonesia Bagus, Tinggal Manajemen dan Efisiensi

Menteri Pertahanan sekaligus Calon Presiden Prabowo Subianto menyatakan, saat ini ekonomi Indonesia menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Hal ini teruji spaceman dari kemampuan Indonesia via beraneka krisis dan ketidakpastian ekonomi global via strategi yang matang.

“Growth (pertumbuhan) kita (Indonesia) betul-betul bagus dan ini masalahnya tinggal manajemen dan efisiensi. Jadi, kita optimis sekali di dunia kita salah satu negara yang dianggap paling dinamis, paling atraktif. Jadi, kita butuh investasi,” ujar Prabowo di sela-sela Mandiri Investment Forum 2024 di Jakarta, Selasa (5/3/2024).

Prabowo juga menambahkan, karakteristik pendekatan Indonesia terhadap investasi merupakan kolaborasi. “Kerja sama ekonomi mulai dari segmen besar, menengah, kecil, koperasi pun hingga ke tingkat mikro sepatutnya bersinergi agar mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang solid,” ujar Prabowo Subianto.

Pada peluang sama, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengimbau terhadap pelaku usaha dan investor untuk tak ragu memulai investasi. Dengan potensi besar yang dimiliki Indonesia, ia pun menjanjikan investor bisa mendapatkan profit lebih tinggi.

“Pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan 5,1 persen dan siklus perekonomian akan terus naik. Bank Indonesia memperkirakan Indonesia akan mencapai tataran puncak pada 2027. Sehingga masih ada ruang untuk tumbuh,” ungkap Perry.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, dirinya betul-betul optimistis daya kerja industri perbankan di Indonesia juga tetap bertumbuh pada 2024, searah dengan membaiknya prospek ekonomi nasional.

“Ketika ini industri perbankan mempunyai keadaan fundamental yang betul-betul bagus, dengan permintaan kredit yang meningkat, likuiditas yang memadai, permodalan yang cukup kuat, serta kwalitas aset yang tetap terjaga,” imbuhnya.

Optimistis terhadap Sektor Perbankan di Indonesia

Lantaran, kendati berada di tengah volatilitas pasar keuangan global, persepsi optimistis terhadap sektor perbankan di Indonesia tetap terjaga. Mengacu pada laporan Bank Indonesia (BI) kredit perbankan sepanjang 2023 naik 10,38 persen secara tahunan atau year on year (YoY).

Lalu jikalau dirinci, menurut variasi penggunaan, kredit investasi ataupun modal kerja perbankan masing-masing tumbuh signifikan 12,26 persen YoY dan 10,05% pada akhir tahun 2023. Pencapaian ini juga dicontoh dengan tingkat rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) yang terjaga.

Survei perbankan yang dirilis Bank Indonesia (BI) pun turut menampilkan momentum pertumbuhan ini akan berlanjut pada 2024. Optimisme ini antara lain didorong oleh prospek keadaan moneter dan ekonomi ke depan serta relatif terjaganya risiko penyaluran kredit di Tanah Air.