• Maret 15, 2024

Pendapatan Naik 2 Kali Lipat, Laba Sepeda Bersama Indonesia Malah Susut 9,23% terhadap 2023

PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (BIKE) mengumumkan kinerja tahun buku 2023 yang berakhir terhadap 31 Desember 2023. Pada periode tersebut, perseroan berhasil mengantongi pendapatan Rp 430,28 miliar. Pendapatan Itu naik hampir dua kali lipat atau 90,54 % berasal dari Rp 225,82 miliar yang diperoleh terhadap 2022.

Seiring dengan kenaikan penjualan, beban pokok penjualan terhadap 2023 ikut naik jadi hingga Rp 385,42 miliar berasal dari Rp 191,41 miliar. Meski begitu, laba kotor perseroan masih naik 30,37 % jadi RP 44,86 miliar terhadap 2023 dibanding Rp 34,41 miliar terhadap 2022.

Melansir laporan keuangan spaceman pragmatic perseroan didalam keterbukaan Info Bursa, Kamis (14/3/2024), beban penjualan dan pemasaran terhadap 2023 bengkak jadi Rp 5,98 miliar berasal dari RP 1,31 miliar terhadap 2022. Beban lazim dan administrasi naik penting jadi Rp 11,02 miliar berasal dari Rp 4,92 miliar terhadap 2022.

Kemudian rugi selisih kurs terhadap 2023 naik jadi RP 310,47 juta berasal dari RP 101,46 juta terhadap 2022. Pada 2023, perseroan membukukan beban operasi lain sebesar Rp 4,04 juta, berbalik berasal dari pendapatan operasi lain yang berhasil dibukukan terhadap 2022 sebesar Rp 6,12 juta.

Sepanjang 2023, perseroan membukukan ongkos keuangan Rp 918,04 juta, naik berasal dari Rp 685,98 miliar terhadap 2022. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan, perseroan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 19,26 miliar, turun 9,23 % berasal dari laba tahun berjalan 2022 sebesar Rp 21,22 miliar.

Aset perseroan terhadap 2023 naik jadi Rp 257,22 miliar berasal dari Rp 148,58 miliar terhadap 2022. Liabilitas naik jadi Rp 128,49 miliar terhadap 2023 dibanding Rp 28,47 miliar terhadap 2022. Sementara ekuitas naik jadi Rp 128,72 miliar terhadap 2023 berasal dari Rp 120,1 miliar terhadap 2022.

IHSG Sentuh Rekor Tertinggi Baru, Pasar Saham Indonesia Masih Menarik?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sentuh rekor tertinggi baru. Laju IHSG ditutup naik 0,16 % ke posisi 7.433,31 terhadap perdagangan Kamis, 14 Maret 2024.

Head of Institutional Research PT Sinarmas Sekuritas, Isfhan Helmy menuturkan, pas ini pasar saham didalam negeri masih diminati investor asing. Meski diakui tersedia sinyal turbulensi ekonomi, tapi perihal itu belum berjalan sehingga investor masih mempertahankan investasinya di Indonesia.

“Kita melihat bahwa IHSG minggu tempo hari itu break hingga 7.400 di hari Jumat. Terus termasuk melanjutkan lagi ke 7.440an. Kami melihat bahwa sesungguhnya investor seakan melihat ini belum saatnya untuk keluar berasal dari equity dan masih membebaskan cloud gathering ini. Ketika nanti guncangan jadi terasa, baru orang jadi panik, jadi fasten the seatbelt,” kata dia didalam webinar SimInvest – Bond Market Update, Kamis (14/3/2024).

Jadi kita melihat bahwa masih tersedia distance pada kita punyai cruising altitude sekarang hingga ke nanti kita menuju turbulence,” Isfhan menambahkan.

Sebagai gambaran, Isfhan menjelaskan investor tunggu data PDB domestik untuk kuartal I 2024. Lantaran, meskipun neraca perdagangan terhadap Januari disebut turun signifikan, investor masih bertahan. Menurut Isfhan, investor menilai situasi itu sebagai sentimen temporer di pasar ekuitas.

“Data kuartalan menurut kita ini amat perlu untuk melihat arah ekonomi. Data ekonomi termasuk DFP (PDB) kuartal I kebanyakan itu bakal keluar di bulan April. Nanti kita lihat, itu bakal jadi sebuah turning point apakah investor masih bakal tetap pumping money ke Indonesian equity atau tidak,” kata Isfhan.

Target IHSG

Isfhan menjabarkan, sebelum saat pandemi Covid-19 investor asing lebih menyukai pasar ekuitas ketimbang pasar obligasi didalam negeri. Itu tercermin berasal dari angka kumulatif foreign buy di equity sejak 2021 hingga Februari 2024, tercatat foreign net buy raih Rp 120 triliun.
Sementara berjalan net sell Rp 97 triliun terhadap obligasi pemerintah terhadap periode yang sama. “Jadi kita melihat appetite sesungguhnya sudah sedikit membaik untuk foreign investor di tahun 2023. Tapi masuk ke 2024, ini keluar foreign buying itu slow down,” imbuh Isfhan.

Sinarmas Sekuritas prediksi IHSG berpotensi sentuh level 8.150 terhadap 2024. Isfhan menjelaskan, tersedia dua garis pas yang dibutuhkan untuk raih level tersebut.

“Kita menempatkan target itu 7.800 hingga 8.150. Cuma untuk raih itu kita mungkin perlu dua timeline. Jadi kita tidak melihat ini berjalan didalam pas cukup cepat,” kata dia.

Adapun garis pas atau time frame yang dimaksud adalah Februari-Juli dan Juli-Desember. Untuk Februari-Juli, IHSG diperkirakan berada terhadap posisi 7.400, dengan skenario pemilu satu putaran. Sementara untuk Juli hingga Desember itu targetnya dapat 7.800 hingga 8.150.