• Februari 26, 2024

Ini Strategi ‘Financial Plan’ untuk Anak Muda

Dari hasil riset yang sama disebutkan cuma 14,3 persen anak muda di Indonesia yang berupaya raih ‘sehat’ finansial. Kondisi ini menyatakan perencanaan finansial anak muda di Indonesia tetap tidak cukup dan kudu melaksanakan perbaikan. Selain itu, di sini kami juga akan sedikit membahas tentang permainan judi online yang tersedia di situs slot nexus

Dosen Program Studi (Prodi) Manajemen UMM, Novi Puji Lestari mengatakan, fenomena itu memadai sulit untuk dibendung. Terlebih lagi normalitas anak muda zaman sekarang yang inginnya serba dilayani karena pemberian teknologi. Menurut dia, gengsi jadi prioritas utama anak muda zaman sekarang.

Ia mencontohkan anak muda belanja teh kudu pergi ke mall. Hal ini mempunyai tujuan supaya mereka keluar gengsi. Padahal biayanya juga pasti lebih banyak dibandingkan dengan manfaatnya. “Selalu mengutamakan keinginan bukan kebutuhan, supaya ini yang membawa dampak perencanaan keuangan tidak bagus,” katanya.

Novi juga sempat menambahkan solusi serta perilaku-perilaku yang kudu dihindari oleh anak muda. Salah satunya, dengan menghindari pengeluaran yang tidak jadi prioritas utama. Selain itu, selalu mengutamakan dan berupaya apa yang jadi prioritas. Menurutnya, anak-anak muda juga bisa membagi keuangan jadi tiga anggota yakni living, saving, dan playing.

Survei berasal dari Alvara Research Center terhadap 2020 berjudul Indonesia gen Z plus Millennial Report 2020: The Battle Of Our Generation menemukan fakta bahwa alokasi pengeluaran generasi Z untuk menabung dan investasi cuma sebesar 9,2 persen. Sementara itu, pengeluaran keperluan teratur sebesar 59,9 persen.

Adapun generasi milenial berada di angka 10,5 persen untuk menabung dan investasi serta 57,3 persen untuk pengeluaran keperluan rutin. Novi pun menawarkan solusi paling baik dalam mengatur keuangan yakni 30 persen saving, 50 persen living, dan 20 persen playing.

Menurut dia, mengatur keuangan sejak dini amat mutlak supaya nanti saat telah punya penghasilan, mereka tidak kebingungan lagi. Pemahaman keuangan sejak dini juga membawa dampak anak muda bisa terlatih di era depan supaya tidak sulit untuk melakukannya saat dewasa kelak.

Manfaat jangka pendeknya, mereka membawa simpanan dan bisa investasi di usia muda. Untuk jangka panjang, mereka bisa buat persiapan diri dalam kehidupan berkeluarga kelak. “Apalagi mengingat terkecuali ekonomi adalah faktor mutlak untuk keutuhan keluarga,” kata Sekretaris Prodi Manajemen UMM tersebut.

Strategi lain yang bisa ditunaikan adalah dengan manfaatkan teori penghasilan sama dengan konsumsi dan saving. Dengan demikian, sebesar apa pun pendapatan, maka keperluan bakal mengikuti.

Menurutnya, solusi paling baik itu dengan memilih saving di awal. Hal ini kudu ditunaikan walaupun jumlah tidak amat besar. Jika diupayakan teratur tiap bulan dan tidak diambil alih terkecuali keadaan mendesak, maka anak muda bakal punya kebiasaan menabung.

Terakhir, Novi selalu percaya banyak langkah yang bisa ditunaikan anak muda untuk menjadikan suatu hal jadi uang, asal bisa berkomitmen. Misalnya, dengan terhubung bisnis jastip makanan atau oleh-oleh khas berasal dari daerahnya.

“Meskipun sepele, tapi terkecuali diakumulasi keuntungannya ia rasa memadai besar. Apalagi terkecuali bisa manfaatkan ponsel untuk menopang bisnis tersebut,” katanya.

Jika mereka punya usaha, Novi berharap untuk tidak sekali-kali mencampurkannya dengan uang pribadi. Jika punya usaha, maka gaji diri sendiri sebagai karyawan bukan semua omset dianggap laba.

Masyarakat tidak boleh menyerah terkecuali dulu gagal dalam usaha. “Dan yang terakhir jangan lupa bersedekah karena dalam tiap tiap rezeki kami pasti tersedia hak orang lain di dalamnya,” ujar dia menambahkan.